Thursday, 21 March 2013

Lensa



Lensa mempunyai kesamaan dengan cermin, yaitu bersifat bening dan mengubah arah cahaya yang mengenai permukaannya. Perbedaannya adalah cermin mengubah arah cahaya yang mengenai permukaannya melalui proses pemantulan, sedangkan lensa mengubah arah cahaya melalui proses pembiasan.
Lensa merupakan bahan transparan yang memiliki dua permukaan dengan kelengkungan yang pada umumnya tidak sama. Sehingga dikenal sebagai lensa cembung (lensa positif). Lensa cembung bersifat membiaskan cahaya yang datang pada salah satu sisinya sehingga terkumpul pada sisi lain. Lensa cekung akan membuat cahaya yang datang menyebar pada sisi lain.
1.    Lensa Cembung
Lensa cembung adalah lensa dengan bagian tengah lebih tebal daripada bagian pinggirnya. Lensa ini mengumpulkan sinar yang datang pada permukaannya (konvergen).
Lensa cembung dibedakan menjadi cembung rangkap, cembung datar, dan cembung cekung.
Lensa cembung rangkap mempunyai dua titik fokus. Titik fokus sejati terletak di belakang lensa, sedangkan titik fokus sejati terletak di depan lensa. Lensa cembung banyak dimanfaatkan sebagai komponen berbagai peralatan optik seperti mikroskop, kacamata, kaca pembesar, dan teropong bintang.
Sinar – sinar istimewa pada lensa cembung antara lain :
1.      Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F1.
2.      Sinar datang melalui titik fokus F2 akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
3.      Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias.
Cara membentuk bayangan pada lensa cembung dapat dilakukan sebagai berikut ;
1.      Tempatkan benda di depan lensa cembung
2.      Lukislah dua atau tiga sinar istimewa terhadap benda yang sudah ditempatkan di depan lensa melalui titik puncak benda.
3.      Lukiskan sinar bias ke belakang lensa di mana perpotongan sinar bias merupakan tempat bayangan dihasilkan.
2.    Lensa Cekung
Lensa cekung adalah lensa dengan bagian tengah lebih tipis daripada bagian pinggirnya. Lensa ini menyebarkan sinar yang datang pada permukaannya (divergen). Lensa cekung dibedakan menjadi cekung rangkap, cekung datar, dan cekung cembung.
Titik fokus ada di bagian depan lensa sehingga disebut titik fokus maya dan jarak fokusnya selalu bertanda negatif. Untuk lensa cekung rangkap terdapat dua permukaan lengkung sehingga memiliki dua titik fokus. Lensa cekung banyak dimanfaatkan terutama sebagai komponen peralatan optik seperti kacamata dan teropong panggung.
Sinar – sinar istimewa pada lensa cekung antara lain :
1.      Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seakan-akan datang dari titik fokus didepan lensa F.
2.      Sinar datang menuju titik fokus di belakang lensa dibiaskan sejajar sumbu utama.




3.      Sinar datang melalui titik pusat optik tidak mengalami pembiasan.
Cara membentuk bayangan pada lensa cekung dapat dilakukan sebagai berikut ;
1.      Tempatkan benda di depan lensa cekung
2.      Lukislah dua atau tiga sinar istimewa terhadap benda yang sudah ditempatkan di depan lensa melalui titik puncak benda.
3.      Lukiskan sinar bias ke belakang lensa di mana perpotongan sinar bias merupakan tempat bayangan dihasilkan.

Untuk menentukan nilai titik fokus untuk lensa cekung, Kita pergunakan hubungan :
Kita memerlukan bantuan lensa lain (dalam hal ini Lensa Cembung) untuk dapat mengamati jarak bayangan terhadap lensa. Karena apabila kita menggunakan hanya lensa cekung saja bayangan tidak teramati. Itu dikarenakan lensa cekung bersifat divergen (menyebarkan) berkas cahaya sehingga bayangan yang tampak tidak terlihat jela. Oleh karenanya kita tidak dapat mengukur jarak bayangan terhadap lensa cekung tersebut. Maka solusinya yaitu dengan menambahkan lensa cembung agar sinar yang tadi disebarkan oleh lensa cekung dikonvergenkan kembali oleh lensa cembung. Sehingga bayangan dapat teramati dan kita dapat mengamati jarak bayangan terhadap lensa. Maka kita susun rangkaian optiknya seperti berikut :




BBM NAIK ATAU TIDAK Y??
GALAU.. *_*
B

eberapa waktu yang lalu, Indonesia digemparkan dengan adanya isu kenaikan BBM. Mulai dari anak SD hingga kakek nenek ikut berpartisipasi dalam menyuarakan suaranya untuk menolak kenaikan BBM. Misalnya yang dilakukan para perlajar yang mendoakan SBY agar dibukakan pintu hatinya supaya tidak jadi menaikan BBM, lalu sebagian besar para mahasiswa dan buruh yang menolak dengan aksi turun ke jalan sambil melakukan tindakan-tindakan yang anarkis, dan yang paling mengharukan adalah mahasiswa yang di Surabaya mengadakan pengumpulan koin untuk membantu pemerintah menutupi dana APBN, sebegitu tidak mampukah pemerintah menutupi dana APBN sampai-sampai harus dibantu oleh rakyatnya? Kalau dilihat dari aksi-aksi di atas  itulah demokrasi yang diterapkan di Indonesia, sehingga siapa saja bebas menyuarakan aspirasinya. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah aksi tersebut sesuai dengan aturan? “Nanti, kita temukan jawabannya.”
            Naiknya BBM menimbulkan pro-kontra yang terjadi di kalangan pemimpin Negara hingga masyarakat. Pertama kita lihat dari sisi pronya. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Departemen Bidang Keuangan DPP Partai Demokrat M Ikhsan Modjo, Minggu (25/3/2012) di Jakarta, setuju dengan kenaikan BBM dikarenakan berbagai alasan, diantaranya:
1.      Kenaikan harga BBM bersubsidi dipandang sebagai suatu hal yang tak terhindarkan, menyusul meroketnya harga minyak mentah dunia.
2.     Keberpihakan pada rakyat kecil. Saat ini, 10 persen dari orang kaya menggunakan Rp 5,8 triliun dari subsidi BBM. Sementara itu, 10 persen orang miskin menggunakan Rp 500 miliar subsidi BBM.
3.     Kenaikan harga BBM juga dipandang sejalan dengan upaya penghematan dan penciptaan energi terbarukan.
4.     Dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi BBM dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.
5.     Pengurangan subsidi turut menekan kasus penyelundupan BBM ke negeri tetangga. Saat ini, harga BBM di Singapura mencapai Rp 15.695 per liter, sementara di Malaysia sekitar Rp 5.750.
6.     Pengurangan subsidi juga membantu pemerintah 2014. Pemerintahan yang akan datang tak terbebani subsidi BBM yang tinggi.
Keenam alasan tersebut, menurut pemerintah bertujuan untuk  menyelamatkan perekonomian Negara dari dampak kenaikan harga minyak mentah dunia agar tidak berimbas pada nilai tukar rupiah, takaran pertumbuhan, dan angka inflasi. Ditambah lagi pemerintah menambah ayat 6a dalam pasal 7 Undang-Undang No 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012, yang dimana pasal itu menyatakan pemerintah mendapat kewenangan menaikan atau menurunkan harga BBM di saat kondisi tertentu, yakni manakala ada perubahan 15 persen atau lebih rata-rata selama enam bulan terakhir terhadap ICP. Ayat tersebut merupakan ayat yang sangat kontorversial dikalangan pejabat dan masyarakat.
“Temukan makna dan jawaban dari ayat tersebut nanti.”
 Disisi lain ada juga yang menyetujui kenaikan BBM. “Dikutip dari pendapat seorang yang ahli dalam perkonomian”, dalam situs sosialnya, yaitu:
Konsumsi BBM kita 1,3 juta barel perhari, sedangkan lifting minyak 930.000 barel perhari. Kurang 370.000 barel perhari. Maka pemerintah impor BBM (Minyak Mentah).
Saat ini harga minyak mentah dunia terus naik, sekarang US$ 120/barrel. Ini berdampak pada negara-negara pengimpor Minyak, termasuk Indonesia. Indonesia memang penghasil minyak, tapi produksinya sudah dibawah 1jt barrel/hari, padahal kebutuhan DN sudah diatas 1jt barrel/hari.
Selain itu, sumur-sumur minyak mentah di Indonesia dikuasai oleh perusahaan luar (Chevron dll), jika Pertamina akan mengolah minyak tersebut harus beli. Oleh karena itu harga minyak mentah sangat berpengaruh terhadapa harga bensin kita. Indonesia juga impor arabian crude oil untuk produksi pelumas dan lilin serta aspal.
Untuk menjadi bensin, Pengolahan crude sangat mahal. Selain itu, harus di destilasi dan di striping, juga butuh reforming *penaikan bilangan oktan* agar oktannya sesuai. Dan itu MAHAL. Butuh katalis (satu drum = 300 juta) padahal di reaktor ada 700 m3 katalis yang berarti bisa ratusan drum. Dan itu diganti setiap bulan minimal 1 drum.
Mari sekarang kita hitung, harga minyak mentah sekarang US$120/barrel (US$1 = Rp9,250 & 1 barrel = 160 liter) berarti Rp6.937,5/ltr. Ini harga minyak mentah yang belum diolah . Normalnya harga bensin itu Rp 11000 agar pabrik untung. Jadi jika harga bensin menjadi Rp 6.000an/ltr, itu wajar. Perlu diketahui juga harga BBM di Indonesia itu termurah di Asia.
Selain itu, bagus agar kita semua tidak boros menggunakan bensin. Produksi minyak terus berkurang, Padahal pemakaiannya meningkat. Jika harga Rp 4.500/ltr, berapa besar yang harus disubsidi oleh Pemerintah? kalau terus menerus disubsidi, tidak dikurangi, pemerintah harus menanggung rugi. Bayangkan berapa juta mobil dan motor di Indonesia? Di banding dengan negara lain seperti vietnam, thailand, dan india, taraf kehidupan di indonesia lebih tinggi.
Pertanyaan kedua, “Mengapa subsidi BBM harus dikurangi untuk menekan harga minyak mentah yang terus meroket ? Mengapa tidak anggaran dana DPR, anggaran perjalanan dinas pejabat negara yang dipangkas ??”
Pemangkasan anggran dana DPR, dan anggaran perjalanan dinas jika dihitung tidak sampai 137 T, itu masih kurang. Dan perlu diketahui subsidi BBM ini lebih banyak digunakan oleh kalangan menengah keatas.
“Lalu apa jaminan/kompensasi yang diberikan Pemerintah untuk rakyat miskin ??” Untuk saat ini bantuan yang akan diberikan Pemerintah untuk rakyat miskin adalah BLSM (BLT), yang menjadi fokus utama adalah bagaimana agar penyaluran ini bisa efektif dan tepat sasaran, perlu pengawasan dari berbagai pihak mulai dari Pemerintahan sampai masyarakat.
Dilihat dari pernyataan ada dampak positif dan negatif dari kenaikan harga BBM. Misalnya solusi yang dibuat pemerintah yaitu akan memberikan BLSM kepada rakyat yang kurang mampu. Apakah itu akan menuntaskan masalah? Atau malah akan mendidik rakyat menjadi malas dan kurang baik? “Kita semua akan mengetahui jawabannya nanti.”
Oke, sekarang saatnya untuk melihat dari sisi kontra terhadap kenaikan BBM. Banyak masyarakat menilai dari kasus kenaikan BBM itu akan membuat sebagian masyarakat dari yang kurang sejahtera menjadi lebih tidak sejahtera. Menurut mereka dengan kenaikan BBM itu akan menyengsarakan masyarakat kecil. Ditambah lagi dampak dari kenaikan BBM itu akan berimbas kepada kenaikan bahan pokok, pendidikan, kesehatan, angkutan umum, dll. Saat ini jumlah penduduk miskin (kurang mampu) yang ada di Indonesia berjumlah 29,89 juta orang atau sekitar 12,36 persen dari jumlah penduduk Indonesia, itu artinya jika harga BBM naik otomatis jumlah penduduk miskin pun akan naik pula. Sedangkan tujuan pemerintah adalah untuk menyejahterakan rakyat, tapi apakah rakyat akan sejahtera jika penduduk miskin semakin bertambahnya waktu semakin banyak? “Temukan jawabannya nanti”
Di kutip dari pernyataan warga yang kurang sejahtera dalam situs sosialnya, yaitu:
1. Setau saya dalam pelajaran sejarah, Indonesia itu negara kaya raya yang bahkan tongkat batu saja jadi tanaman. Kolam susu dimana-mana. Masa buat bayar subsidi BBM aja ga mampu? Ya gak mampu lha wong uangnya entah kemana.
2. Banyak anggaran gak masuk akal seperti studi banding, renovasi toilet, pengadaan laptop, pengadaan mobil baru dan lain sebagainya. Dari anggota pemerintahan paling atas sampai pemerintah daerah juga sering melakukan tindakan tak masuk akal. Kalau ini bisa dihemat bahkan dikurangi, dananya bisa dialihkan buat subsidi BBM kan? Mana yang lebih penting studi banding atau kesejahteraan rakyat? Ato mana yang lebih penting bikin toilet 2 miliar dengan bikin rakyat bisa makan nasi?
3. Alasan yang saya dengar tadi di ILC (kalo ga salah dari pak WaMen), bahwa kenaikan BBM ditujukan untuk kesejahteraan rakyat meniru negara lain (padahal situasi politik dan rakyatnya beda). Logikanya, kalau emang itu bisa membuat rakyat makin sejahtera, naikkan saja setinggi-tingginya oms!
4. BLT tak menyelesaikan masalah. Bukankah kenaikkan BBM selalu diikuti dengan kenaikkan harga-harga barang dan bahan pangan? Apakah BLT senilai 150 ribu/bulan itu mampu mengatasi semua kenaikan tersebut? Bagi orang menengah ke atas dan kaya, kenaikan BBM tak jadi masalah karena mereka rata-rata pengusaha yang punya bisnis sendiri. Kalau BBM naik, ya dinaikkan saja harga jualnya, beres kan? Yang ada, rakyat miskin makin miskin. 150 ribu ga bisa dibandingkan dengan penderitaan yang belum bisa dihitung seberapa banyaknya.
5. Kalaupun benar bisa membantu, BLT hanya dirasakan rakyat miskin. Sedangkan rakyat yang dianggap kaya juga punya hak dan kewajiban yang sama. Kalau BBM tak naik, semua rakyat akan menikmatinya.
6. Tuntaskan kasus yang lebih penting, seperti korupsi misalnya. Sudah bukan rahasia lagi kalau koruptor itu sangat merugikan negara terutama rakyat. Kalau koruptor ditindak dengan benar, uang negara dikembalikan, buat subsidi BBM pasti akan sangat mampu. Pilih mana, menaikkan BBM yang menyengsarakan rakyat atau menindak koruptor yang mengambil uang rakyat?
7. Apakah karena banyak pengguna mobil dan motor yang bertambah tiap tahunnya? Uang 500 ribu aja sudah mampu buat bawa pulang motor, wajar kan kalo konsumsi BBM meningkat dari tahun ke tahun? Toh tak ada larangan dari pemerintah untuk tidak membeli lebih dari satu motor. Kalau pengen jumlah pengguna kendaraan pribadi berkurang, gampang oms, benahin dulu itu transportasi. Berantas preman dan para pemerkosa yang bikin rakyat jadi males dan takut naik kendaraan umum.
8. Banyak yang demo, berarti banyak yang tak puas. Kalau tak puas berarti menderita, dan kalau rakyat menderita berarti pemerintah gagal.
9. BLT tak membuat rakyat jadi mandiri, tapi semakin bergantung pada bantuan pemerintah. Dari pada memberikan uang tunai yang dari segi bisnis tak mendidik, mendingan berikan lapangan kerja yang lebih baik atau apapunlah. Setau saya masyarakat yang mandiri akan membuat negara menjadi lebih makmur.
            Dari pernyataan diatas memang sangat nyiris jika melihat dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah. Selain itu ada kutipan lain yang dikemukakan oleh seseorang dari teknik perminyakan ekonomi yang pekerjaannya Petroleum Economist dalam situs sosialnya, yang isinya yaitu:
Pemerintah telah mengatakan hal yang tidak benar kepada rakyatnya, karena mengatakan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 126 trilyun, sedangkan kenyataannya kelebihan uang tunai sebesar Rp. 97,955 trilyun. Bahasa gampangnya Pemerintah untung Rp. 97,955 trilyun bukan rugi. Bahwa subsidi BBM itu sebenarnya tidak ada (fiktif) karena Pertamina membeli BBM dari Pemerintah dengan harga pasar.
Jabaran di bawah ini akan menjelaskan apakah opini di atas itu benar adanya. Berikut beberapa poin yang akan saya sampaikan.
1.      Asumsi kurang tepat untuk memberikan 70% bagian minyak untuk Pemerintah. Bagi hasil Pemerintah rata2 hanya berkisar 60% setelah dikurangi biaya cost recovery biaya ngebor dll). Jadi nett-nya buat Pemerintah hanya 60%. Akan tetapi hitungan kebanyakan asumsi yang beredar dikalangan luas tetap bisa dipakai karena angka 237,615 jt bbl kurang lebih pas kalau dihitung secara total yang telah ditambahkan oleh pemasukan yang lain meskipun beliau tidak tepat kalau mengasumsikan hak negara 70%. 
2.     Saya coba ambil data RAPBN dari DepKeu. Seperti dapat dilihat bahwa penerimaan migas naik turun mengikuti harga minyak dunia. Jadi benar saja penerimaan negara akan naik mengikuti naiknya harga minyak. Akan tetapi bawah kita dapat lihat bahwa penerimaan pajak migas dan pendapatan migas tadi jika kurangi dengan subsidi BBM yang membengkak akan menyebabkan semua pendapatan migas ini sia-sia karena harus mengkonpensasi tingginya subsidi dalam negri. Dari data yang saya hitung terlihat bahwa penerimaan total negara di sektor migas (penerimaan + pajak migas) di tahun 2012 sesuai dengan hitungan yaitu disini sebesar Rp 214,675 tr sedangkan di hitungan pemerintah sebesar Rp 224,546 tr (selisih 10 tr dapat diabaikan). Disisilain terlihat kalau Pemerintah “untung” Rp 97,5 tr di tahun 2012 (angkanya kurang lebih sama kalau kita lihat ditahun 2012 yaitu Rp 91,076 tr). Pertanyaannya benarkah?
3.     Sebelum menjawab pertanyaan benarkah selisih itu untung ? Pemerintah mari kita lihat grafik perhitungan saya yang merupakan plot antara selisih Penerimaan sektor migas yang disebut “untung” di beberapa tahun belakangan. Dapat kita lihat bahwa sebenarnya angkanya cenderung turun. Kalau kita lihat di tahun 2011 yaitu Rp 108,674 tr dan di tahun 2012 Rp 91,076 tr.
4.     Seperti kita tahu bahwa selisih penerimaan negara ini akan digunakan untuk APBN atau akan dibelanjakan negara. Coba bayangkan sebagai Presiden dan mengatur APBN. Anda punya uang di tahun 2011 Rp 108,674 Tr dan di tahun 2012 anda hanya akan mempunyai uang Rp 91,076 Tr sedangkan di tahun 2011 anda telah mengalokasikan dana itu sedemikian rupa misalnya 20% untuk pendidikan, 10% untuk infrastruktur, dll sehingga dana Rp 108,674 Tr habis terpakai (bahkan kurang). Oleh karena itu kita harus ngutang). Nah parahnya di tahun ini, anda hanya mempunyai uang Rp 91,076 Tr dan diramalkan pengeluaran anda meningkat bahkan harus meningkat karena mendesaknya kebutuhan infrastruktur dan pertahanan. Pertanyaan saya bagaimana cara anda mengatasi kekurangan anggaran anda ini? Hutang ke luar negri, pangkas pengeluaran di sector-sektor lain, minta hibah ke negara tetangga, atau kurangi subsidi BBM dengan tujuan “untungnya” tadi meningkat sehingga kita ga perlu ngutang? Mungkin sekarang anda sudah tahu jawaban apa yang diambil oleh Pemerintahan ini. Jadi kalau pertanyaannya apakah itu untung? Mungkin sekarang anda sudah bisa menjawabnya sekarang karena pertanyaan itu tidak dapat dijawab dengan sepintas lalu. Kalaupun anda sebut itu untung, itupun akan digunakan untuk belanja negara dan sekarang selisih yang anda sebut sebagai untung tersebut berkurang dari tahun lalu sehingga anda harus putar otak untuk mencari jalan keluar untuk mencari darimana uang untuk menutupi defisitnya.
5.     Pertanyaan: “OK lah untung or bukan untung, whatever! Tapi itu kenapa Pertamina membayar Pemerintah dengan harga pasar bukan dengan harga biaya produksi minyak?”. “Berarti sebenarnya subsidi itu ga ada donk”. Jawaban: Sebenernya ini matematika sederhana sih ya. Kalau anda merasa biaya subsidi itu bisa hilang dengan anggapan Pertamina beli minyak ke Pemerintah dengan harga biaya produksi maka angka penerimaan negara di sektor migas ga akan Rp 214,675 Tr (Angka dari tabel di atas di tahun 2012) melainkan Rp 91,076 Tr (Rp 214,675 Tr dikurangi subsidi 123.599,7). Pertanyaan lanjutan bahwa secara pembukuan benar ga ini? Kemudian apakah ntar tidak timbul pertanyaan susulan akan kemana larinya penerimaan sektor migas karena tidak terlihat di penerimaan negara (padahal penerimaan kecil karena memang minyak dikasi gratis oleh Pemerintah ke Pertamina.
Kesimpulan:”Sebenernya perhitungan secara umum sudah benar dengan asumsi kita melihat data di APBN dari DepKeu. Akan tetapi beliau keliru untuk mengatakan Rp 97,5 Tr itu untung, kenapa? Karena bahwa “untung” itupun rupanya cenderung turun dan Pemerintah harus memutar otak untuk mencari defisitnya yah solusinya untuk sementara kurangi subsidi BBM (yah dari pada utang luar negri, kena demo lagi tar). Inilah yang sering disebut orang jebol kalau subsidi dibiarkan membengkak karena selisih penerimaan yang kita sebut “untung” tadi berkurang! dan kita tidak tahu darimana duit buat mencari kekurangannya untuk menutupi anggaran belanja negara. Kemudian beliau juga kurang tepat kalau mengatakan subsidi BBM itu opportunity profit. Karena memang benar besar subsidi harus dihitung di dalam APBN supaya tidak misleading secara akuntansi dan tidak timbul pertanyaan dikemudian hari akan kemana hasil dari minyak bumi Indonesia.
PESAN : Bagi yang merasa trit ini membantu saya minta untuk kasi bintang 5, bukan supaya gaya2-an, tetapi supaya ga semakin banyak orang tersesat mengatakan bahwa Pemerintah itu untung dan subsidi BBM itu fiktif :D.
            Jika dilihat dari penjabaran beliau diatas benar-benar sangat luar biasa. Dan pada akhirnya pernyataan mana yang benar? Kedua sisi antara pro-kontra memiliki dampak positif dan negatif. Jika kita mengkaitkan kepada aksi rakyat sebelumnya yang salah satunya ada yang bersikap anarkis dalam menyatakan aspirasinya, apakah mereka semua tahu seluk beluk mengapa BBM naik dan apa dampaknya? Selanjutnya dari perhitungan pemerintah yang menyatakan untung itu apakah benar? Atau hanya isapan jempol belaka? Dan pertanyaan-pertanyaan diatas, semuanya akan kita tahu jawabannya. Dari mana?? Dari kajian isu yang akan kita bahas kali ini.
Selamat mencari jawaban, dan jadilah seseorang yang berjiwa bijak dan dapat membaca kasus-kasus masyarakat dengan smart.
”kita semua akan menjadi penerus-penerus bangsa, jadi jangan sia-siakan waktu yang anda miliki untuk merubah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju. Semangat jiwa muda Indonesia!”
Sumber, tersedia: